Andra Ndut

Catatan Seorang Newbie dari Kampoeng
Random Image

Hallo.. Saur Free WordPress Themes, If you want edit me? just go to your profile than add description text as many you like.
And this dummy text will be replaced with your current description. ^_*


Archive for the ‘Wisata’


Warta UKM | PRODUK KAIN PEL PASURUAN TEMBUS SINGAPURA

Industri tenun skala kecil menengah yang memproduksi kain pel (pembersih lantai) dan lap makan di Karangrejo, Kab. Pasuruan, memiliki peluang untuk memperluas pemasaran di tingkat regional bahkan internasional.

Hal itu antara lain dibuktikan dengan kegiatan usaha yang dilakukan Moh. Subhan, yang menjalankan usaha tersebut sejak tiga tahun terakhir di bawah bendera UD Dimas Jaya. Tenaga kerjanya enam orang.

Dia mengaku telah memasarkan produknya ke pasar lokal wilayah Surabaya, Malang dan Pasuruan serta Jakarta. Selain itu, melalui pihak ketiga memasarkan produk kain pel dengan tangkai plastik ke Singapura.

Read More

STUDI KELAYAKAN PENGEMBANGAN PROGRAM UPAYA KESEHATAN KERJA PADA PENGRAJIN BORDIR Dl BANGIL

Studi kelayakan Pengembangan Program Upaya Kesehatan Kerja (UKK) pada pengrajin bordir di Kecamatan Bangil dimaksudkan untuk mempelajari kelayakan Program UKK ditinjau dari peran pengrajin bordir, petugas puskesmas, petugas lintas sektor dan manajer pemilik apabila dikembangkan pada pengrajin bordir di Kecamatan Bangil. Pengrajin bordir seperti halnya pekerja sektor informal lainnya masih belum mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai di bidang kesehatan kerjanya. Sementara di puskesmas program UKK sendiri hanya merupakan program inovatif yang tidak wajib dilaksanakan oleh puskesmas.

Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Bangil mulai tanggal 1 Maret 2002 sampai dengan 30 Juni 2002. Waktu pengumpulan data selama 1 (satu) bulan mulai tanggal 1 - 30 Mei 2002 dengan cara observasional yang dilakukan secara cross sectional, baik dari aspek pengrajin bordir, petugas puskesmas, lintas sektor dan manajer pemilik. Penentuan sampel, pengrajin bordir dan manajer pemilik menggunakan metode simple random sampling, kemudian dari masing-masing desa diambil sampel secara proporsional; sedangkan untuk sampel petugas puskesmas dan petugas lintas sektor diambil total. Responden dalam penelitian ini dibagi menjadi empat yaitu dari pengrajin bordir, petugas puskesmas, petugas lintas sektor dan manajer pemilik.

Read More

Bordir Bangil di Antara Pesaing dan Dampak Lumpur

PASURUAN-Lumpur Sidoarjo tidak hanya memukul pelaku UKM (usaha kecil dan menengah) di daerah Sidoarjo, tetapi juga berimbas pada pelaku UKM di Pasuruan. Seperti yang dialami oleh perajin Bordir Bangil, sempat terpuruk karena omzetnya anjlok hingga 70 persen. Untungnya para perajin bisa bangkit lagi meski harus tertatih-tatih. Kami ingin mengembalikan kejayaan Bordir Bangil.

Kami harus bangkit lagi kalau ingin tetap bertahan,C kata Hj Faiz Yunianti, pemilik pusat busana Faizah Bordir, Jalan Bader Kalirejo, Bangil, Pasuruan. Kejayaan yang dimaksud oleh Faiz adalah saat awal-awal ditetapkannya Bangil sebagai Kota Bordir pada 11 September 2005 lalu. “Saat itu Bangil benar-benar menjadi pusat perdagangan berbagai pakaian dan aksesori dengan motif bordir. Lebih dari 250 perajin bordir di Bangil dapat menyerap ribuan tenaga kerja,” tambahnya.

Tetapi sejak terjadi semburan lumpur Sidoarjo, yang berlanjut hingga terputusnya jalur tol, omzet para perajin bordir di Bangil menurun drastis. Bahkan beberapa perajin terpaksa menutup usahanya karena produknya tidak laku lagi. “Sebab mayoritas konsumen kami adalah dari Surabaya, baik dipakai sendiri maupun dikirim kembali ke luar pulau,” tambahnya.Tetapi Faiz tidak ingin terus meratapi lesunya bisnis ini. Sebab selama ini UKM sudah terbukti menjadi penyelamat ekonomi.

Read More

Bordir, Sebuah Warisan dari Masa Silam

Perajin bordir tersebar di beberapa desa. Deru mesin jahit dan mesin bordir saling berkejaran di sebuah gedung milik Nizar Bordir di Jalan Kembangan, Bangil, Pasuruan, Jawa Timur. Suara bising yang terdengar sejak pagi hingga petang itu diselingi celoteh dan derai tawa ratusan orang di balik mesin. Satu per satu mukena, baju muslim, tas, dan beragam jenis pakaian lain berhias bordir siap dikemas dan dikirim ke pelosok Nusantara.

Nizar Bordir merupakan salah satu di antara ratusan perajin bordir yang hidup dan berkembang di Bangil. Ratusan perajin itu tersebar di beberapa desa, seperti Kersian, Singopolo, Kauman, Ledok, Manaruwi, dan Kalirejo. Tapi perajin bordir paling banyak hidup di Desa Kalirejo, terutama di Jalan Bader.

Read More

BangKodir, Brand Image Bordir Bangil Pasuruan

Tahun 2007 Kabupaten Pasuruan meraih piala emas Otonomi Award dari Jawa Pos Institute of Pro Otonomi (JPIP). Kabupaten ini mendapatkan anugerah sebagai Daerah dengan Terobosan Menonjol dalam Pengembangan Ekonomi. Apa saja terobosan yang dilakukan? Berikut laporan wartawan Radar Bromo (Grup Jawa Pos) Moch. Arief Fanani dan Pudji Leksono.

Bang Kodir bukanlah siapa-siapa. Dia merupakan akronim untuk Bangil Kota Bordir atau nama even tahunan superbazar bagi kerajinan bordir. Konsepnya mempertemukan produsen dan konsumen. Istilah Bang Kodir pertama muncul pada September 2005. Dimotori Pemerintah Kabupaten Pasuruan dan Asosiasi Pengusaha Bordir (Aspendir), Bang Kodir menjadi even terbesar pada tahun itu.

Dipilihnya Bangil sebagai Kota Bordir berawal dari kegelisahan Wakil Bupati Pasuruan Muzammil Syafi’i. Sebab, jumlah perajin bordir di Bangil mencapai puluhan ribu. Produknya tersebar di seluruh Nusantara. Bahkan, ada yang diekspor ke mancanegara. Tetapi, volume produksi yang besar itu tidak menjadikan Bangil dan Pasuruan besar karena bordir. Sebab, Bangil hanya menjadi tempat produksi, tapi tidak mempunyai brand.

Read More

Bangil Gelar Peragaan Busana Satu Kilometer | Bangkodir Flash Back

Peragaan busana sepanjang satu kilometer oleh 400 model menandai pencanangan “Bangil Kota Bordir”. Peragaan busana tersebut tercatat di Museum Rekor Indonesia (MURI). Jaya Suprana sendiri datang ke Bangil untuk menyaksikan peragaan busana yang unik dan mungkin terpanjang ini,” kata Camat Bangil, Kabupaten Pasuruan, Jatim, H Aboe Naser kepada Antara di Pasuruan, Jumat.

Ia menjelaskan, ratusan model itu berjalan dari depan kantor Pegadaian hingga alun-alun Bangil. Mereka menggunakan pakaian serba bordir dan membawa barang dari seluruh produk bordir, seperti sprei atau taplak meja dan sebagainya. Selain adicatatkan di MURI, kegiatan yang dilaksanakan Minggu, 11 September dengan pemandu artis Krisna Murti itu juga dihadiri rombongan dari Kerajaan Kelantan, Malaysia, sebanyak 90 orang.

Read More


SEO Powered by Platinum SEO from Techblissonline