Banjr yang melanda Pasuruan, Jawa Timur, sejak Sabtu (9/1) sore hingga Minggu (10/1) pagi masih merendam sebagian wilayah Kota Pasuruan, dan Bangil di Kabupaten Pasuruan.
Di Kota Pasuruan ,banjir masih merendam sawah dan rumah warga, serta jalan raya Karangketug, di wilayah Kecamatan Gadingrejo. Sedangkan di Kabupaten Pasuruan, banjir masih merendam desa-desa di wilayah Bangil.
Kepala Badan Kesbang Linmas Kabupaten Pasuruan, Soenarto yang ditemui, Minggu (10/1) menyebutkan, banjir di Kabupaten Pasuruan melanda wilayah Kecamatan Pohjentrek, Kraton, Pandaan, Rembang, dan Bangil.
Disebutkan, akibat banjir tersebut sebanyak 5.713 rumah warga terendam yang 14 di antaranya rusak berat dan ringan. Tiga orang meninggal, sedangkan satu orang dinyatakan hilang.
Tiga korban meninggal masing-masing, Suyanto, warga Desa Sebani, Kecamatan Pandaan, meninggal setelah disambar petir saat hujan lebat yang mengakibatkan banjir. Tirto Utomo, seorang warga Desa Kebonwaris, Kecamatan Pandaan ditemukan tewas setelah terseret arus banjir.
Rohman warga Desa Kalirejo, Kecamatan Bangil ditemukan tewas setelah terseret arus banjir. Sedangkan Ihya Ulumuddin, warga Desa Kesrikan, Kecamatan Bangil yang hilang terseret arus banjir belum ditemukan.
Banjir juga menghanyutkan dua buah jembatan di Desa Oro-oro Ombokulon, Kecamatan Rembang. Juga merendam sawah 1.022 hektare, dan tambak seluas 125 hektare. Sebanyak delapan kambing hilang, dan 2 mobil hanyut dibawa banjir.
Read More