Banjir di Tengah Kota Pasuruan
Hujan deras dalam beberapa jam kemarin tak hanya membuat tanggul jebol di Pandaan. Sebagian besar kawasan Kota Pasuruan juga dilanda banjir. Di beberapa daerah yang datarannya cukup rendah, banjir hingga setinggi dada orang dewasa. Daerah perumahan di pusat kota pun tak luput dari genangan air itu.
Sejak pukul 15.00 kemarin, hujan deras mulai mengguyur hampir seluruh wilayah kota. Masyarakat kota tidak ada yang menyangka, hujan itu bakal menimbulkan banjir dadakan.
Seperti yang juga dialami di kantor Radar Bromo di Perum Karya Bhakti G/5. Hujan deras sore itu dirasa biasa. Tidak satupun wartawan, menghentikan aktivitasnya menyelesaikan tugas pembuatan berita yang sudah semakin mendekati deadline.
Tanpa diduga, dalam waktu yang begitu cepat air tiba-tiba mengalir memasuki ruangan kantor. Sebelum sempat menyelamatkan beberapa barang yang tergeletak di bawah, ketinggian air terus bertambah. Dari semata kaki, sampai setinggi lutut.
Warga perumahan yang semula tenang pun mulai panik. Mereka dibuat panik dengan masuknya air ke dalam rumah mereka. Semula sempat dilakukan upaya membuang air yang masuk. Namun, derasnya genangan air membuat warga mulai kewalahan dan memilih menghentikan aktivitas mereka.
Sekitar pukul 16.00, banjir terus meninggi. Tidak hanya wilayah Kelurahan Gentong yang tergenang. Hampir seluruh daerah mengalami nasib serupa. Di antaranya di Kelurahan Sebani, dan Kelurahan Bakalan, Blandongan, dan Karangketug.
Pusat kotapun demikian. Perumahan-perumahan yang tidak biasa banjir kali ini tidak bisa terlepas karena derasnya hujan yang tidak juga berhenti tersebut.
“Saya ini sudah 18 tahun tinggal di perumahan Karya Bhakti ini, dan tidak pernah mengalami banjir. Kaget juga, tiba-tiba air masuk ke rumah dengan ketinggian selutut,” aku Eni salah seorang warga yang memilih berdiri di depan rumahnya, sambil menunggu air surut.
Awalnya, warga menduga genangan itu dalam waktu singkat bakal menyusut. Namun, mereka kecele. Semakin malam, banjir terus meninggi. Ekspresi khawatir mulai mendominasi wajah mereka. “Waduh, kalau tidak berhenti bagaimana,” tutur seorang ibu sambil mengendong anaknya yang masih balita.
Penderitaan karena banjir pun juga dialami warga di wilayah Kabupaten Pasuruan. Daerah Kraton yang berada di bantaran sungai kembali tak luput dari luapan air hujan. Begitupun daerah langganan banjir seperti Ngopak, Grati dan Rejoso. (jawapos.com)


